Dubes Iran Sebut Ali Khamenei Pernah Fatwakan Senjata Nuklir Haram
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyatakan bahwa pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei pernah mengeluarkan fatwa yang menyatakan penggunaan senjata nuklir sebagai sesuatu yang haram.
Pernyataan tersebut disampaikan Boroujerdi dalam acara penandatanganan petisi serta doa bersama terkait agresi Amerika Serikat dan Israel yang berlangsung di kediaman Duta Besar Iran di Jakarta pada Kamis.
Menurutnya, tuduhan bahwa Iran mengembangkan senjata nuklir dijadikan alasan oleh pihak lawan untuk melakukan serangan yang akhirnya menewaskan Khamenei.
"Musuh membunuh pemimpin agung kami dengan tuduhan sedang mencoba untuk membangun senjata nuklir. Ini terjadi saat beliau telah memiliki fatwa bahwa berbagai bentuk penyimpanan, produksi maupun penggunaan senjata nuklir adalah haram," kata Boroujerdi.
Aktivitas Nuklir Iran Disebut Diawasi IAEA
Boroujerdi menegaskan bahwa program nuklir Iran berada di bawah pengawasan Badan Tenaga Atom Internasional.
Ia menyebut seluruh kegiatan nuklir negara tersebut dipantau secara ketat oleh lembaga internasional tersebut.
Menurutnya, tuduhan pengembangan senjata nuklir hanya dijadikan dalih untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
"Mereka hanya mencari dalih dan alasan untuk menyerang Iran," ujarnya.
Ia juga menyebut dua lokasi utama menjadi sasaran pada tahap awal serangan, yaitu kantor pemimpin tertinggi Republik Islam Iran serta sebuah sekolah dasar khusus perempuan.
Kenang Sosok Ali Khamenei
Dalam kesempatan itu, Boroujerdi mengenang Khamenei sebagai pemimpin yang selama hidupnya menentang berbagai bentuk kekerasan, ekstremisme, dan genosida.
Menurutnya, Khamenei juga dikenal sebagai tokoh yang menyerukan perdamaian serta stabilitas.
Pemimpin Iran yang berusia 86 tahun itu disebut meninggal dunia akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel yang terjadi pada Sabtu, 28 Februari.
Update Terbaru
Bosan dengan Plafon Putih? Ini 7 Rekomendasi Warna dari Desainer
Selasa / 28-07-2026, 00:28 WIB
Splatoon Raiders Kuasai Puncak Metacritic dan Pimpin Penjualan UK
Selasa / 28-07-2026, 00:22 WIB
Stop Killing Games Kritik Langkah PlayStation Tinggalkan Kaset Fisik
Selasa / 28-07-2026, 00:15 WIB
Mainan Kucing Magikarp Pokémon Dijual Empat Kali Lipat di Pasar Sekunder
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
Evolusi Delibird di Pokémon Diamond dan Pearl Muncul dari DVD Langka
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
S.T.A.L.K.E.R. 2 Cost of Hope Ungkap Jadwal Rilis dan Menuju Chernobyl
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
Jim Carrey Beri Penghormatan Terakhir Usai Chuck Russell Meninggal
Selasa / 28-07-2026, 00:08 WIB
Evolusi Tren Gym Modern: Bukan Cuma Tempat Angkat Beban Biasa
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Makeup Praktis dan Nyaman Jadi Tuntutan Baru Gaya Hidup Perempuan Modern
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Sensasi uji aroma langsung ubah cara konsumen belanja parfum
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Kebijakan Baru Insentif EV Bidik Mobil dan Motor Listrik Lokal
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Garuda Muda Gilas Kamboja 5-1 Lewat Aksi Cemerlang Mitchell Baker
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Spesimen Ijazah Jokowi Berbeda dari Lulusan UGM 1985 Menurut dr. Tifa
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Bocoran Harga Global Redmi Note 17 Series Sebelum Peluncuran Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB







