Penjualan Motor Listrik Honda di Indonesia Masih di Bawah 1 Persen
Astra Honda Motor (AHM) menyatakan pasar sepeda motor listrik Honda di Indonesia belum menunjukkan pertumbuhan yang berarti.
Wakil Presiden AHM Thomas Wijaya mengungkapkan pangsa pasar motor listrik Honda dibandingkan model konvensional masih di bawah satu persen.
>>> Polda Sulsel Identifikasi Dua Jasad Diduga Korban KM Nurul Salsa
Hingga semester pertama 2026, penjualan motor listrik Honda dinilai stagnan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Kalau kami lihat flat, dibandingkan dengan tahun lalu," kata Thomas di Jakarta belum lama ini.
Dominasi Honda di Pasar Motor Konvensional
Berdasarkan data wholesales Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), total penjualan motor pada semester I 2026 mencapai 3.129.587 unit.
Honda menguasai sekitar 77 persen dari total penjualan semua merek sepanjang Januari-Juni 2026.
AHM meniagakan sebanyak 2,4 juta unit dari 3,1 juta unit, atau setara 77,42 persen. Sisanya sekitar 700.000 unit disumbangkan empat merek lain.
Thomas menyebut ada banyak faktor yang memengaruhi keputusan konsumen untuk beralih ke motor listrik.
Meski begitu, ia mengklaim pihaknya telah menyiapkan berbagai kebutuhan untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik di Tanah Air.
>>> Suami Kim Delaney Ditangkap karena Mabuk di Bandara
"Masih banyak faktor tergantung penerimaan konsumen dan masyarakat. Tapi kami sudah siap dan punya banyak model untuk menuju mobilitas ini.
Kami sudah siapkan buat konsumen," ucap Thomas.
Dari sisi produk, Honda menekankan dukungan terhadap transisi elektrifikasi. Kini, keputusan beralih ke motor listrik sepenuhnya di tangan konsumen.
Honda memasarkan tiga model motor listrik di Indonesia, yaitu Icon e, CUV e, dan EM1 e.
"Tinggal bagaimana masyarakat dan konsumen menjadikan motor listrik itu sebagai salah satu pilihan mereka untuk bermobilitas," ujarnya.
Perusahaan saat ini terus mencermati respons pasar terhadap roda dua berbasis baterai.
"Memang saat ini kita punya empat model motor listrik.
>>> Nanik S Deyang: Belum Genap Dua Bulan Pimpin BGN, Saya Ambruk
Cuma kita akan terus lihat bagaimana penerimaan pasar, konsumen, baik atas performa, infrastruktur, peace of mind, termasuk juga tentu harga jual kembali dan sebagainya," tutup Thomas.
Update Terbaru
Chrome ARM64 untuk Linux Dirilis Google Tanpa Pengumuman Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Aturan Sumbangan HUT RI di Surabaya Harus Sukarela Tanpa Paksaan
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Sean Diddy Combs Menjalani Hukuman Isolasi Usai Terlibat Perkelahian Penjara
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Pilihan perangkat elektronik paling diminati pembeli di Amazon
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Kasus Eric Adjepong: Pelanggaran Perintah Perlindungan Mantan Istri
Senin / 27-07-2026, 23:42 WIB
Aksi N3on dan Ryan Garcia Gelar Cuci Mobil Amal Bantu Korban ICE
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Persija Tumbang di Laga Perdana, Shin Tae-yong Ungkap Kendala Tim
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Respons Kekalahan dari Persebaya, Begini Penjelasan Rio Fahmi
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Striker Keturunan Semarang Mitchell Baker Cetak Dua Gol Debut
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Head to Head Timnas Indonesia vs Kamboja: Rekor Pertemuan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja, Nadeo Ingatkan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB







