Microsoft PHK 4.800 Karyawan di Tengah Restrukturisasi Xbox
Microsoft mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 4.800 karyawan pada Senin (13/5). Jumlah itu setara dengan 2,1 persen dari total tenaga kerja global perusahaan.
Keputusan ini diambil di tengah tekanan Microsoft untuk mengimbangi pengeluaran besar di bidang kecerdasan buatan (AI). Perusahaan juga tengah melakukan restrukturisasi besar-besaran di divisi gaming Xbox.
>>> Bambang Pacul Santai Tanggapi Rencana PSI Jadikan Jateng Kandang Gajah
PHK ini berdampak pada karyawan di seluruh dunia, termasuk di Microsoft Australia yang memiliki sekitar 3.000 pekerja di enam kantor.
Namun, Microsoft belum merinci divisi atau lokasi mana yang terkena dampak.
Kepala SDM Microsoft, Amy Coleman, dalam memo kepada karyawan menegaskan bahwa posisi yang dihapus tidak akan digantikan oleh AI.
Ia menambahkan bahwa AI memang mengubah cara kerja, tetapi bukan sebagai pengganti langsung.
Restrukturisasi paling besar terjadi di bisnis Xbox, dengan total 3.200 PHK.
Sebanyak 1.600 karyawan langsung terkena PHK pada hari yang sama, sementara sisanya terkait dengan rencana divestasi hingga lima studio pengembang.
Kepala Xbox yang baru, Asha Sharma, mengumumkan bahwa Compulsion Games dan Double Fine Productions akan menjadi studio independen.
>>> Pengakuan Pengidap Kanker Paru soal Gejala Awal yang Dialami
Sementara Ninja Theory dan Undead Labs akan dipisahkan untuk mengembangkan game Senua dan State of Decay 3.
Manajemen Arkane Studios di Prancis juga telah memulai konsultasi dengan serikat pekerja untuk meninjau opsi operasional. Langkah ini menandai perubahan besar dalam portofolio studio game Microsoft.
CEO Equisights Research, Parth Talsania, menilai PHK ini lebih merupakan realokasi portofolio dan disiplin operasional, bukan katalis baru bagi saham.
Menurutnya, investor kini lebih fokus pada kinerja keuangan terkait teknologi baru daripada sekadar pengurangan jumlah karyawan.
Managing Director DA Davidson, Gil Luria, mengatakan bahwa Microsoft telah mengelola jumlah tenaga kerja untuk membiayai investasi AI.
Strategi ini membantu perusahaan menstabilkan persentase keuangan di tengah belanja infrastruktur yang tinggi.
Luria menambahkan bahwa dengan menjaga jumlah karyawan tetap rendah, Microsoft mampu mempercepat pertumbuhan pendapatan sambil mempertahankan margin yang sama.
>>> Pembuat Chip AI Catat Pendapatan Rekor Meski Wall Street Terkoreksi
Perusahaan sebelumnya memperkirakan belanja mencapai 190 miliar dolar AS pada 2026 untuk pembangunan pusat data dan kenaikan harga chip memori.
Update Terbaru
Chrome ARM64 untuk Linux Dirilis Google Tanpa Pengumuman Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Aturan Sumbangan HUT RI di Surabaya Harus Sukarela Tanpa Paksaan
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Sean Diddy Combs Menjalani Hukuman Isolasi Usai Terlibat Perkelahian Penjara
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Pilihan perangkat elektronik paling diminati pembeli di Amazon
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Kasus Eric Adjepong: Pelanggaran Perintah Perlindungan Mantan Istri
Senin / 27-07-2026, 23:42 WIB
Aksi N3on dan Ryan Garcia Gelar Cuci Mobil Amal Bantu Korban ICE
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Persija Tumbang di Laga Perdana, Shin Tae-yong Ungkap Kendala Tim
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Respons Kekalahan dari Persebaya, Begini Penjelasan Rio Fahmi
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Striker Keturunan Semarang Mitchell Baker Cetak Dua Gol Debut
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Head to Head Timnas Indonesia vs Kamboja: Rekor Pertemuan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja, Nadeo Ingatkan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB







