Massa Aksi Surabaya yang Dibekuk Bertambah Jadi 24 Orang
Jumlah massa aksi #IndonesiaSekarat yang ditangkap aparat Polrestabes Surabaya bertambah menjadi 24 orang, termasuk satu perempuan, hingga Sabtu (27/6) dini hari.
Data tersebut tercatat dalam laporan Tim Advokasi Jaringan Anti Kriminalisasi yang terdiri dari LBH Surabaya dan KontraS Surabaya.
>>> Klasemen Akhir Grup H Piala Dunia: Cape Verde Bikin Kaget Uruguay
Angka itu melampaui data sebelumnya yang dirilis KontraS Surabaya pada Jumat (26/6) malam yang baru mencapai belasan orang.
Penangkapan terjadi saat pembubaran paksa demonstrasi di kawasan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6) malam.
"Sampai hari Sabtu pukul 01.26 WIB, berdasarkan data dari Tim Pendamping Hukum KontraS Surabaya & LBH Surabaya, sejumlah 24 orang, termasuk 1 perempuan, diamankan oleh pihak Polrestabes Surabaya," demikian pernyataan Tim Advokasi.
Tim advokasi menyoroti cara penangkapan yang dinilai tidak terukur. Aparat yang tidak mengenakan seragam resmi disebut melakukan penangkapan secara acak.
"Aparat kepolisian, terutama aparat yang tidak memakai seragam resmi, melakukan penangkapan secara acak, sehingga banyak orang yang sebenarnya tidak melakukan apapun juga dikejar dan ditangkap tanpa alasan yang jelas," ujar perwakilan tim.
Tiga Desakan Tim Advokasi
Tim Advokasi Jaringan Anti Kriminalisasi mengeluarkan tiga desakan kepada Polrestabes Surabaya.
Pertama, mereka meminta pembebasan seluruh massa aksi yang ditangkap paksa tanpa bukti jelas. Kedua, semua yang tertangkap harus mendapat pendampingan hukum yang memadai.
Ketiga, mereka mendesak kepolisian untuk tidak melakukan kekerasan kepada massa aksi yang ditangkap paksa tanpa bukti jelas.
Sebelumnya, Koordinator Badan Pekerja KontraS Surabaya Fatkhul Khoir menyatakan pihaknya belum mengetahui dasar hukum penangkapan tersebut.
"Ini yang belum kita ketahui ya, mereka dasar ditangkap hari ini dasarnya apa.
Update Terbaru
Vote Kreator Favoritmu untuk Masuk Kredit Film Minecraft
Jumat / 03-07-2026, 07:36 WIB
Piala Dunia 2026: AS Lolos Meski Kena Kartu Merah, Kane Selamatkan Inggris
Jumat / 03-07-2026, 07:36 WIB
AS Akhirnya Menang Lagi di Fase Gugur Piala Dunia Pria Setelah 24 Tahun
Jumat / 03-07-2026, 07:35 WIB
Dies Natalis ke-13 Unusa, Risma: Kampus Harus Jadi Penggerak Solusi Pembangunan Berkelanjutan
Jumat / 03-07-2026, 07:35 WIB
Launching Creative Hub Eks Hi-Tech Mall, Pemkot Surabaya Siapkan Pesta Rakyat Gratis
Jumat / 03-07-2026, 07:35 WIB
Chris Brown Aksi Panggung Vulgar, Grind ke Penggemar di Atas Matras
Jumat / 03-07-2026, 07:35 WIB
Ronaldo Ukir Rekor Pemain Tertua di Babak Gugur Piala Dunia 2026
Jumat / 03-07-2026, 07:35 WIB
Warga California Lawan HOA yang Larang Bendera AS di Depan Rumah
Jumat / 03-07-2026, 07:31 WIB
Dokter Tifa Tolak Damai dengan Jokowi di Sidang Perdana Ijazah
Jumat / 03-07-2026, 07:31 WIB
IHSG Diramal Koreksi pada Perdagangan Akhir Pekan Ini
Jumat / 03-07-2026, 07:31 WIB
Selebritas Siapkan Panggangan Sambut 4 Juli
Jumat / 03-07-2026, 07:28 WIB
Britney Spears Gemetar Saat Putra-Putranya Debut di Paris Fashion Week
Jumat / 03-07-2026, 07:28 WIB
Iran Ancam Jet Tempur AS yang Melintas di Selat Hormuz
Jumat / 03-07-2026, 07:28 WIB
Murah tapi Berisiko, Ini Bahaya Beli Kendaraan STNK Only
Jumat / 03-07-2026, 07:28 WIB






